Pengalihan blog…
November 7th, 2008 by danferBLOG DIALIHKAN KE:
http://seoranganakmanusia.blogspot.com/
dapatkan update2 terbaru disana… =)
BLOG DIALIHKAN KE:
http://seoranganakmanusia.blogspot.com/
dapatkan update2 terbaru disana… =)
Allah SWT tidak menciptakan wanita dari kepala laki-laki untuk dijadikan atasannya. Tidak juga Allah SWT ciptakan wanita dari kaki laki-laki untuk dijadikan bawahannya. Tetapi Allah menciptakan wanita dari tulang rusuk laki-laki, dekat dengan lenganya untuk dilindunginya, dan dekat dengan hatinya untuk dicintainya.
Allah tidak menciptakan wanita sebagai komplementer atau sebagai barang substitusi apalagi sekedar objek buat laki-laki. Tetapi Allah menciptakan wanita sebagai teman yang mendampingi hidup Adam tatkala kesepian di surga. Juga Allah ciptakan wanita sebagai pasangan hidup laki-laki yang
akan menyempurnakan hidupnya sekaligus sebab lahirnya generasi, disamping tunduk dan beribadah kepada Allah tentunya.
Tetapi mengapa tetap saja ada laki-laki yang tunduk di bawah kaki wanita. Mengemis cintanya, berharap kasih sayangnya dengan menggadaikan kepemimpinan, bahkan kehormatan dan harga dirinya. Wanita dipuja bagai dewa, disanjung bagai Dewi Shinta, yang banyak menyebabkan laki-laki buta mata, buta telingga, bahkan buta mata hatinya.
Namun ada juga yang menganggap rendah wanita. Wanita dinista, dihina. Kesuciannya dijadikan objek yang tidak bernilai harganya. Tenaganya dieksploitasi bagaikan kuda. Kelembutannya dijadikan transaksi murahan yang tak seimbang valuenya.
Wanita dijadikan sekedar pemuas nafsu belaka, bila habis madunya, dengan seenaknya di buang ke keranjang sampah, atau dianggap sandal jepit yang tak berguna.
Jika wanita itu adalah ibu kita, kakak atau adik perempuan kita, dan anak kita, relakah kita melihat mereka menjajakan diri di gelapnya malam yang mencekam. Relakah kita melihat mereka membanting tulang mengumpulkan rupiah atau dollar dengan mayat terbujur kaku sebagai resikonya?
Jika wanita itu adalah ibu kita, kakak atau adik perempuan kita, dan anak kita, relakah kita membiarkannya seperti seonggok jasad hidup yang tidak memiliki nilai guna?
Jika wanita itu adalah ibu kita, kakak atau adik perempuan kita, dan anak kita, relakah kita membiarkannya beringas, liar, ganas, tidak berpendidikan, bodoh, dunggu, hanya karena ketidakmampuan ayah memberi nafkah, karena ketidakmampuan kita medidik dan mencintainya, karena
ketidakmampuan kita melindunginya, sebagaimana Allah menciptakan wanita dari tulang rusuk laki-laki, dekat dengan lengannya untuk dilindunginya, dekat dengan hatinya untuk dicintainnya.
Ia tetap wanita, yang diciptakan Allah SWT dengan segala kelebihan dan kekuranganya. Tidak bisa manusia dengan akalnya yang kerdil ini mengganti kedudukannya apa lagi fitrahnya. Ia bagaikan sekuntum bunga terpelihara, tidak semua kumbang bisa menghisap madunya. Lemah lembutlah dalam memperlakukannya, karena kalau tidak, ia bisa seganas srigala.
Jika nabi Muhammad dating kerumahmu
Untuk meluangkan waktu sehari dua hari bersamamu
Tanpa kabar apa-apa sebelumnya
Apakah yang engkau lakukan untuknya?
Akankah kau sembunyikan buku duniamu?
Lalu kau keluarkan dengan cepat kitab hadist di rak buku?
Atau akankah kau sembunyikan majalah-majalah mu
Dan kau hiasi mejamu dengan Al-Quran yang telah berdebu?
Akankah kau masih melihat film “X” di TV
Atau kau matikan dengan cepat sebelum dilihat nabi?
Maukah kau mengajak Nabi berkunjung ke tempat yang biasa kau datangi?
Atau dengan cepat rencanamu kau ganti
Akankah kamu bahagia jika nabi memperpanjang kunjungannya
Atau malah tersiksa karena banyak yang harus kau sembunyikan darinya
Jika nabi tiba-tiba ingin menyaksikan
Akankah kau tetap mengerjakan pekerjaan sehari-sehari yang biasa kau lakukan?
Akankah kau berkata-kata seperti apa yang sehari-hari biasa kau katakana?
Akankah kau jalankan sewajarnya hidupmu?
Seperti halnya jika nabi tidak kerumahmu
Sangatlah menarik untuk tahu
Apa yang akan kau lakukan
Jika nabi Muhammad dating
Mengetuk pintu rumahmu…….
Belajar itu adalah diperintahkan
Menjadi orang pandai adalah dikehendaki
Ilmu adalah sangat diperlukan dalam kehidupan
Tapi menjadi orang pandai itu kalau bukan atas
nama Tuhan ia merusakkan
Banyak orang pandai yang ego, sombong,
rasa istimewa
Ilmu digunakan untuk kepentingan diri
untuk mencari rezeki
Mencari kekayaan adalah dibolehkan
Harta juga bisa membuat kemajuan,
bisa membantu orang
Dengan harta bisa membuat kebaikan,
bisa mengeluarkan zakat yang diwajibkan
Tetapi menjadi kaya jarang orang selamat
Sebagian besar menjadi sombong, tamak, bakhil,
tidak peduli orang
Perangainya pun mudah berubah
dari baik menjadi jahat
Berfoya-foya amat dekat dengan kekayaan
Akhirnya dengan kekayaan itu berlakulah
pemubaziran yang dimurka Tuhan
Mendapat pangkat atau jabatan tinggi memang
diperbolehkan
Dengan jabatan bisa melayani masyarakat
Bisa menolong orang dan membantunya dengan
pengaruh jabatan
Walaupun begitu, tak selalu begitu
Memiliki jabatan, berlakulah mementingkan diri
Di situlah suap, di situlah marah-marah,
sikap pun berubah
Banyak pula yang menjadi sombong
Susah untuk duduk bersama orang bawah
Rupanya nikmat dunia selalu saja merusakkan
manusia
Kalau ia diperoleh bukan karena Tuhan
Rupanya karena Tuhan itu sangat penting
Sesuai pengakuan kita dalam sembahyang
Hidup matiku adalah karena ALLAH
Mencari ilmu dan semua hal lainnya haruslah atas
nama ALLAH
Begitulah arahan Tuhan melalui surat Al Alaq
Agar tujuan hidup kita tidak diselewengkan
Apabila mendapat pemimpin bukan saja mendapat ilmu
Tapi mendapatkan ibu dan ayah
Mendapat bapak yang pengasih, mendapat ibu tempat bermanja
Begitu juga tempat mengadu
Pemimpin memberi ilmu
Tunjuk ajar, makan minum,
Perlindungan, kasih sayang, penyelesai masalah
Apabila mendapat pemimpin,
Tiada ibu ayah pun tidak mengapa
Mereka pengganti ibu dan ayah
Sumber kasih sayang dan perlindungan
Akibat pemimpin yang tidak bertanggung jawab
Ramai manusia yang terbiar
Ramai kehilangan kasih dan sayang, dan tempat bermanja
Terdedahlah manusia tanpa perlindungan
Kehilangan kasih dan sayang sangat menyiksa jiwa manusia
Jiwa resah dan gelisah sekalipun banyak harta
Ia sangat diperlukan oleh manusia
Apabila mendapat pemimpin bukan saja mendapat ilmu
Tapi mendapatkan ibu dan ayah
Mendapat bapak yang pengasih, mendapat ibu tempat bermanja
Inilah dia pemimpin idaman
Kamu tak bisa mengubah masa lalu…. tetapi dapat
menghancurkan masa kini dengan mengkhawatirkan
masa depan. Bila Kamu mengisi hati kamu …dengan
penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk
masa depan, Kamu tak memiliki hari ini untuk kamu
syukuri. Jika kamu berpikir tentang hari kemarin
tanpa rasa penyesalan dan hari esok tanpa rasa
takut, berarti kamu sudah berada dijalan yang
benar menuju sukses.
Tuhan yang Mahabaik memberi kita ikan, tetapi kita
harus mengail untuk mendapatkannya. Demikian juga
Jika kamu terus menunggu waktu
yang tepat, mungkin kamu tidak akan pernah mulai.
Mulailah sekarang… mulailah di mana kamu berada
sekarang dengan apa adanya.Jangan pernah pikirkan
kenapa kita memilih seseorang untuk dicintai,tapi
sadarilah bahwa cintalah yang memilih kita untuk
mencintainya.
Begitu juga Persahabatan, persahabatan adalah 1
jiwa dalam 2 raga Persahabatan sejati layaknya
kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita
kehilangannya. Seorang sahabat adalah yang dapat
mendengarkan lagu didalam hatimu dan akan
menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan
bait-baitnya. Sahabat adalah tangan Tuhan untuk
menjaga Kita. Rasa hormat tidak selalu membawa
kepada persahabatan, tapi Jangan pernah menyesal
untuk bertemu dengan orang lain… tapi
menyesal-lah jika orang itu menyesal bertemu
dengan kamu.
Bertemanlah dengan orang yang suka membela
kebenaran. Dialah hiasan dikala kamu senang dan
perisai diwaktu kamu susah. Namun kamu tidak akan
pernah memiliki seorang teman, jika kamu
mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.
Karena semua manusia itu baik kalau kamu bisa
melihat kebaikannya dan menyenangkan kalau kamu
bisa melihat keunikannya tapi semua manusia itu
akan buruk dan membosankan kalau kamu tidak bisa
melihat keduanya Begitu juga Kebijakan, Kebijakan
itu seperti cairan, kegunaannya terletak pada
penerapan yang benar, orang pintar bisa gagal
karena ia memikirkan terlalu banyak hal,sedangkan
orang bodoh sering
kali berhasil dengan melakukan tindakan tepat.
Dan Kebijakan sejati tidak datang dari pikiran
kita saja,tetapi juga berdasarkan pada perasaan
dan fakta. Tak seorang pun sempurna. Mereka yang
mau belajar dari kesalahan adalah bijak.
Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka
benar meskipun terbukti salah.
Apa yang berada di belakang kita dan apa yang
berada di depan kita adalah perkara kecil
berbanding dengan apa yangberada di dalam kita.
Kamu tau kenapa saya suka wanita itu pakai jilbab?
Jawabannya sederhana, karena mata saya susah diajak
kompromi. Bisa dibayangkan bagaimana saya harus
mengontrol mata saya ini mulai dari keluar pintu rumah
sampai kembali masuk rumah lagi.
Dan kamu tau? Di luar sana, kemana arah mata
memandang selalu saja membuat mata saya terbelalak.
Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang,
mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah.
Melihat kedepan ada perempuan berlenggok dengan seutas
"Tank Top", noleh ke kiri pemandangan "Pinggul/udel
terbuka", menghindar kekanan ada sajian "Celana ketat
plus You Can See", balik ke belakang dihadang oleh
"Dada indah/montok menantang!"
Astaghfirullah… kemana lagi mata ini harus memandang?
Kalau saya berbicara nafsu, ow jelas sekali saya suka.
Kurang merangsang itu mah! Tapi sayang, saya tak ingin
hidup ini dibaluti oleh nafsu. Saya juga butuh hidup
dengan pemandangan yang membuat saya tenang.
Saya ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata.
Tapi mereka adalah sosok yang anggun mempesona, kalau
dipandang bikin sejuk di mata. Bukan paras yang
membikin mata panas, membuat iman lepas ditarik oleh
pikiran "ngeres" dan hatipun menjadi keras.
Andai wanita itu mengerti apa yang sedang dipikirkan
oleh laki-laki ketika melihat mereka berpakaian seksi,
saya yakin mereka tak mau tampil seperti itu lagi.
Kecuali bagi mereka yang memang punya niat untuk
menarik lelaki untuk menikmati "aset berharga" yang mereka
punya.
Istilah seksi kalau boleh saya definisikan berdasar
kata dasarnya adalah penuh daya tarik seks. Kalau ada
wanita yang dibilang seksi oleh para lelaki, janganlah
berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang
punya fitrah dihormati dan dihargai semestinya anda
malu, karena penampilan seksi itu sudah membuat mata
lelaki menelanjangi anda, membayangkan anda adalah
objek syahwat dalam alam pikirannya. Berharap anda
melakukan lebih seksi, lebih… dan lebih lagi.
Dan anda tau apa kesimpulan yang ada dalam benak sang
lelaki? Yaitunya: anda bisa diajak untuk begini dan
begitu alias gampangan!
Mau tidak mau, sengaja ataupun tidak anda sudah
membuat diri anda tidak dihargai dan dihormati oleh
penampilan anda sendiri yang anda sajikan pada mata
lelaki. Jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri
anda, apa itu dengan kata-kata yang nyeleneh,
pelecehan seksual atau mungkin sampai pada perkosaan.
Siapa yang semestinya disalahkan? Saya yakin anda
menjawabnya "lelaki" bukan? Oh betapa tersiksanya
menjadi seorang lelaki normal di jaman sekarang ini.
Kalau boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau
tidak ada yang jual. Simpel saja, orang pasti akan
beli kalau ada yang nawarin. Apalagi barang bagus itu
gratis, wah pasti semua orang akan berebut untuk
menerima. Nah apa bedanya dengan anda menawarkan
penampilan seksi anda pada khalayak ramai, saya yakin
siapa yang melihat ingin mencicipinya.
Begitulah seharian tadi saya harus menahan penyiksaan
pada mata ini. Bukan pada hari ini saja, rata-rata
setiap harinya. Saya ingin protes, tapi mau protes ke
mana? Apakah saya harus menikmatinya…? tapi saya
sungguh takut dengan Zat yang memberi mata ini.
Bagaimana nanti saya mempertanggungjawabkan nanti?
sungguh dilema yang berkepanjangan dalam hidup saya.
Allah Taala telah berfirman: "Katakanlah kepada
laki-laki yang beriman, Hendaklah mereka menahan
pandangannya dan memelihara kemaluannya", yang
demikian itu adalah lebih suci bagi mereka.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka
perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman "Hendaklah
mereka menahan pandangannya dan memelihara
kemaluannya." (QS. An-Nuur : 30-31).
Jadi tak salah bukan kalau saya sering berdiam di
ruangan kecil ini, duduk di depan komputer menyerap
sekian juta elektron yang terpancar dari monitor, saya
hanya ingin menahan pandangan mata ini. Biarlah mata
saya ini rusak oleh radiasi monitor, daripada saya tak
bisa pertanggungjawabkan nantinya di Akhirat.
Jadi tak salah juga bukan? kalau saya paling malas diajak ke mall,
jjs, kafe, dan semacam tempat yang selalu menyajikan
keseksian.
Saya yakin, banyak laki-laki yang punya dilema seperti
saya ini. Mungkin ada yang menikmati, tetapi sebagian
besar ada yang takut dan bingung harus berbuat apa.
Bagi anda para wanita apakah akan selalu bahkan
semakin menyiksa kami sampai kami tak mampu lagi
memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk.
Kemudian terpaksa mengambil kesimpulan menikmati
pemadangan yang anda tayangkan?
So, saudaraku muslimah berjilbablah … karena itu sungguh nyaman,
tentram, anggun, cantik, mempesona dan tentunya sejuk dimata lelaki.
Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai
macam benda-benda abstrak: ada Cinta, Kesedihan,
Kekayaan, Kegembiraan, Kecantikan dan Waktu.
Mereka hidup berdampingan dengan baik.
Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau
kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan
menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau
cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri.
Cinta sangat > kebingungan sebab ia tidak dapat
berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai
mencuba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik
membasahi kaki Cinta. Tak lama Cinta melihat Kekayaan
sedang mengayuh perahu.
“Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!” teriak Cinta.
“Aduh! Maaf, Cinta!” kata Kekayaan, perahuku telah penuh
dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawa-mu serta,
nanti perahu ini tenggelam. Lagi pula tak ada tempat
lagi bagimu di perahuku ini.” Lalu Ke kayaan
cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih
sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat
dengan perahunya.
“Kegembiraan! Tolong aku!”, teriak Cinta. Namun
Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu
sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta. Air makin
tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta
semakin panik. Tak lama lewatlah Kecantikan.
“Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!”, teriak Cinta.
“Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa
membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang
indah ini.” sahut Kecantikan. Cinta sedih sekali
mendengarnya. Ia mulai menangis
terisak-isak.
Saat itu lewatlah Kesedihan.
“Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu,” kata Cinta.
“Maaf, Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian
saja” kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya.
Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan
menenggelam-kannya.
Pada saat k ritis itulah tiba-tiba terdengar suara,
“Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!” Cinta menoleh ke
arah suara itu dan melihat seorang tua dengan
perahunya. Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat
sebelum air menenggelamkannya.
Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan
segera pergi lagi. Pada saat itu barulah Cinta sadar
bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua
yang menyelamatkannya itu. Cinta segera menanyakannya
kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa
sebenarnya orang tua itu.”Oh, orang tua tadi? Dia
adalah Waktu.” kata orang itu.
“Tapi, mengapa ia menyelamatkanku?
Aku tak mengenalnya.
Bahkan teman-teman yang mengenalku pun
enggan menolongku” tanya Cinta heran.
“Sebab,” kata orang itu, ” hanya Waktulah yang tahu
berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu …”
ALLAHUA’LAM
Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke
dunia. Dia bertanya kepada Tuhan:
"Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau
akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya
hidup di sana, saya begitu kecil dan lemah?"
Tuhan menjawab: "Aku telah memilih satu malaikat
untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu."
"Tapi di sini, di dalam surga, apa yang pernah saya
lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini sudah
cukup bagi saya untuk bahagia."
"Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu
setiap hari. Dan kamu akan merasakan kehangatan
cintanya dan menjadi lebih bahagia."
"Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang
berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa
mereka?"
"Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang
paling indah yang pernah kamu dengar, dan dengan penuh
kesabaran dan perhatian, dia akan mengajarkan
bagaimana cara berbicara."
"Apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara
kepadaMu?"
"Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara berdoa."
"Saya mendengar di bumi banyak orang jahat. Siapa yang
akan melindungi saya?"
"Malaikatmu akan melindungimu, walaupun hal itu
mungkin akan mengancam jiwanya."
"Tapi, saya pasti akan merasa sedih karena tidak
melihatMu lagi."
"Malaikat akan menceritakan kepadamu tentang-Ku dan
akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali
kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku akan selalu
berada di sisimu."
Saat itu surga begitu tenangnya sehingga suara dari
bumi dapat terdengar, dan sang bayi bertanya perlahan,
"Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau
memberitahuku nama malaikat tersebut?"
"Kamu akan memanggil malaikatmu, "IBU"
Aku bertanya pada Bunda, bagaimanakah lelaki
sejati itu?
Bunda menjawab, Nak…
Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari bahunya
yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang
disekitarnya….
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari suaranya
yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan
kebenaran…..
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah
sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap
bersahabatnya pada generasi muda bangsa …
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari bagaimana
dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana
dia dihormati didalam rumah…
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari kerasnya
pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami
persoalan…
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari dadanya
yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu…
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari banyaknya
wanita yang memuja, tetapi komitmennya terhadap
wanita yang dicintainya…
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah
barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia
menghadapi lika-liku kehidupan…
Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya
membaca kitab suci, tetapi dari konsistennya dia
menjalankan apa yang ia baca…