Archive for June, 2007

Bicaralah dengan hati……

Friday, June 15th, 2007

Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh
cinta. Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan
oleh kasih sayang.
Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh
ketulusan.
Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh
ketekunan.
Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh
kesabaran.
Semua itu haruslah berasal dari hati Kita.

Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke
hati pula.
Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan
betapatajam otak Kita, namun juga betapa lembut
hati Kita dalam menjalani segala sesuatunya.
Kita tak kan dapat menghentikan tangis seorang
bayi hanya dengan merengkuhnya dalam lengan yang
kuat. Atau, membujuknya dengan berbagai gula-gula
dan kata-kata manis.
Kita harus mendekapnya hingga ia merasakan detak
jantung yang tenang jauh di dalam dada Kita.

Mulailah dengan melembutkan hati sebelum
memberikannya pada keberhasilan Kita.

jika ia sebuah cinta…..

Friday, June 15th, 2007

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak mendengar…
namun senantiasa bergetar….

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak buta..
namun senantiasa melihat dan merasa..

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak menyiksa..
namun senantiasa menguji..

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak memaksa..
namun senantiasa berusaha..

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak cantik..
namun senantiasa menarik..

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak datang dengan kata-kata..
namun senantiasa menghampiri dengan hati..

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak terucap dengan kata..
namun senantiasa hadir dengan sinar mata..

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak hanya berjanji..
namun senantiasa mencoba memenangi..

jika ia sebuah cinta…..
ia mungkin tidak suci..
namun senantiasa tulus..

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak hadir karena permintaan..
namun hadir karena ketentuan…

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak hadir dengan kekayaan dan kebendaan…
namun hadir karena pengorbanan dan kesetiaan……

Cerita Lucu buat Perokok

Friday, June 15th, 2007

ada zaman dahulu kala, ada 3 orang sahabat
karib. Mereka selalu bersama kemana saja mereka pergi.
Tapi ke-tiga2nya memiliki kegemaran
berlainan. Si A suka main perempuan, si B
suka minum minuman keras,dan si C suka segala
jenis rokok. Suatu hari ketiga sahabat ini berjalan
jalan tanpa tujuan. Tiba2 ketiganya bertemu
dengan sebuah ketel/kendi (seperti cerita Aladin).
Lalu salah seorang mengambilnya lalu meng-
gosok2kan ketel tersebut. Sejurus kemudian asap keluar
dari corong ketel tersebut dan secara perlahan
berganti menjadi satu makluk yang menyeramkan
yakni seekor/seorang (?) jin yang ganas. Lalu jin
tersebut tertawa: "Ha ha ha ……" dan berkata "Akulah
Jin Ifrit ! Karena kamu telah membebaskan aku
dari ketel itu maka aku akan tunaikan apa saja
permintaan kamu kalian !!". Ketiga sahabat
yang pada mulanya panik dan takut menjadi
gembira lalu termenung dan berpikir tentang peluang !
dan kemauan masing2 yang mungkin sekali
dalam seumur hidup. Lalu mereka memilih
kemauan mengikuti kegemaran masing2.

Berkata si A "Aku mau perempuan2 muda
dari berbagai bangsa di seluruh dunia dan
letakkan dalam sebuah gua tertutup dan jangan
ganggu aku selama 10 tahun." Pufff …….. !! dengan
sekejap mata jin itu menyempurnakan permintaan si A.

Berkata si B, "Aku mau semua jenis arak dari
seluruh dunia untuk bekal selama sepuluh tahun
dan letakkan dalam sebuah gua tertutup dan
jangan ganggu aku selama 10 tahun." Pufff …. …. !!
dengan sekejap mata jin itu menyempurnakan permintaan si B.

Berkata pula si C, "Aku mau semua jenis rokok
dari seluruh dunia untuk bekal selama sepuluh
tahun dan letakkan dalam sebuah gua tertutup dan
jangan ganggu aku selama 10 tahun."
Pufff ………. !! dengan sekejap mata jin itu
menyempurnakan permintaan si C.

Setelah genap 10 tahun, ! maka jin tersebut
muncul kembali untuk membuka pintu gua
masing2 sebagaimana yang dijanjikan. Maka jin
tersebut pergi membuka pintu gua si A, ketika
dibuka maka keluarlah si A dengan keadaan kurus
kering, berdiri pun tidak bisa karena tidak sanggup
untuk menggerakkan lutut sebab hari2 hanya memuaskan nafsu dengan perempuan.
Tiba2 si A pun jatuh ketanah lalu mati !!

Setelah itu jin tersebut pergi ke gua si B, ketika
pintu dibuka maka keluarlah si B dengan perut
yang SANGAT BUNCIT karena hari2 mabuk2an.
Jalan pun ter-huyung2. Tiba2 si B pun jatuh
ketanah lalu mati !!

Setelah itu jin pergi ke gua si C dan membuka pintu gua.
Tiba2 si C keluar dalam keadaan sehat walafiat
dan terus MENAMPAR si jin. Sambil me-maki2 si
jin ia berkata: JIN GOBLOOOKK …!!!!
KOREKNYA MANA …???!!!

Moral dari cerita ini adalah: merokok adalah
sehat bila dilakukan TANPA…korek api!!!

Menjadi Dirimu……………..

Friday, June 15th, 2007

Menjadi karang-lah, meski tidak mudah. Sebab ia ‘kan
menahan sengat
binar mentari yang garang. Sebab ia ‘kan kukuh halangi
deru ombak yang kuat
menerpa tanpa kenal lelah. Sebab ia ‘kan melawan bayu
yang keras
menghembus dan menerpa dengan dingin yang coba
membekukan. Sebab ia ‘kan menahan
hempas badai yang datang menggerus terus-menerus dan
coba melemahkan
keteguhannya. Sebab ia ‘kan kokohkan diri agar tak
mudah hancur dan
terbawa arus.Sebab ia ‘kan berdiri tegak berhari-hari,
bertahun-tahun,
berabad-abad, tanpa rasa jemu dan bosan.

Menjadi pohon-lah yang tinggi menjulang, meski itu
tidak mudah. Sebab
ia ‘kan tatap tegar bara mentari yang terus menyala
setiap siangnya. Sebab
ia ‘kan meliuk halangi angin yang bertiup kasar. Sebab
ia ‘kan terus
menjejak bumi hadapi gemuruh sang petir. Sebab ia ‘kan
hujamkan akar yang kuat
untuk menopang. Sebab ia ‘kan menahan gempita hujan
yang coba merubuhkan.
Sebab ia ‘kan senantiasa berikan bebuahan yang manis
dan mengenyangkan. Sebab
ia ‘kan berikan tempat bernaung bagi
burung-burung yang singgah di
dahannya.Sebab ia ‘kan berikan tempat berlindung
dengan rindang daun-daunnya.

Menjadi paus-lah, meski itu tak mudah. Sebab dengan
sedikit kecipaknya,
ia akan menggetarkan ujung samudera. Sebab besar
tubuhnya ‘kan menakutkan
musuh yang coba mengganggu. Sebab sikap diamnya akan
membuat tenang
laut dan seisinya.

Menjadi elang-lah, dengan segala kejantanannya, meski
itu juga tidak
mudah.Sebab ia harus melayang tinggi menembus birunya
langit. Sebab ia harus
melanglang buana untuk mengenal medannya. Sebab ia
harus melawan angin
yang menerpa dari segala penjuru. Sebab ia harus
mengangkasa jauh tanpa
takut jatuh. Sebab ia harus kembali ke sarang dengan
makanan di paruhnya.
Sebab ia harus menukik tajam mencengkeram mangsa.
Sebab ia harus menjelajah
cakrawala dengan kepak sayap yang membentang gagah.

Menjadi melati-lah, meski tampak tak bermakna. Sebab
ia ‘kan tebar
harum wewangian tanpa meminta balasan. Sebab ia begitu
putih, seolah tanpa
cacat. Sebab ia tak takut hadapi angin dengan mungil
tubuhnya. Sebab ia tak
ragu hadapi hujan yang membuatnya basah. Sebab ia tak
pernah iri melihat
mawar yang merekah segar. Sebab ia tak pernah malu
pada bunga matahari yang
menjulang tinggi. Sebab ia tak pernah rendah diri pada
anggrek yang
anggun dan menawan. Sebab ia tak pernah dengki pada tulip yang
berwarna-warni. Sebab ia tak
gentar layu karena pahami hakikat hidupnya.
sederhana namun memikat.

Menjadi mutiara-lah, meski itu tak mudah. Sebab ia
berada di dasar
samudera yang dalam. Sebab ia begitu sulit dijangkau
oleh tangan-tangan manusia.
Sebab ia begitu berharga. Sebab ia begitu indah
dipandang mata. Sebab
ia tetap bersinar meski tenggelam di kubangan yang
hitam.

Menjadi kupu-kupulah, meski itu tak mudah pula. Sebab
ia harus melewati
proses-proses sulit sebelum dirinya saat ini. Sebab ia
lalui semedi
panjang tanpa rasa bosan. Sebab ia bersembunyi dan
menahan diri dari segala
yang menyenangkan, hingga kemudian tiba saat untuk
keluar.

Karang akan hadapi hujan, terik sinar mentari, badai,
juga gelombang.
Elang akan menembus lapis langit, mengangkasa jauh,
melayang tinggi dan tak
pernah lelah untuk terus mengembara dengan bentangan
sayapnya. Paus
akan menggetarkan samudera hanya dengan sedikit
gerakan. Pohon akan hadapi
petir, deras hujan, silau matahari, namun selalu
berusaha menaungi.
Melati ikhlas ‘tuk selalu menerima keadaannya, meski
tak terhitung pula
bunga-bunga lain dengan segala kecantikannya.
Kupu-kupu berusaha
bertahan, meski saat-saat diam adalah kejenuhan.
Mutiara tak memudar kelam, meski
pekat lingkungan mengepungnya di kiri-kanan, depan dan
belakang.

Tapi karang menjadi kokoh dengan segala ujian. Elang
menjadi tangguh,
tak hiraukan lelah tatkala terbang melintasi bermilyar
kilo bentang
cakrawala.Paus menjadi kuat dengan besar tubuhnya
dalam luas samudera. Pohon
tetap menjadi naungan meski ia hadapi beribu gangguan.
Melati menjadi bijak
dengan dada yang lapang, dan justru terlihat indah
dengan segala
kesederhanaan. Mutiara tetap bersinar dimanapun ia
terletak, dimanapun
ia berada. Kupu-kupu hadapi cerah dunia meskipun lalui
perjuangan panjang
dalam kesendirian.

Menjadi apapun dirimu…, bersyukurlah selalu. Sebab
kau yang paling
tahu siapa dirimu. Sebab kau yakini kekuatanmu. Sebab
kau sadari
kelemahanmu.
—————————————————————————————–
ada yang ingin jadi bintang?……walaupun memang tidak mudah
cahayanya di malam kelam memang kalah dengan rembulan
namun mereka menjadi hiasan langit sehingga langit tampak begitu gemerlap
dan mereka menjadi petunjuk arah bagi orang-orang yang tersesat