Archive for December, 2007

Kemarin dan hari esok…

Friday, December 7th, 2007

Kamu tak bisa mengubah masa lalu…. tetapi dapat
menghancurkan masa kini dengan mengkhawatirkan
masa depan. Bila Kamu mengisi hati kamu …dengan
penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk
masa depan, Kamu tak memiliki hari ini untuk kamu
syukuri. Jika kamu berpikir tentang hari kemarin
tanpa rasa penyesalan dan hari esok tanpa rasa
takut, berarti kamu sudah berada dijalan yang
benar menuju sukses.

Tuhan yang Mahabaik memberi kita ikan, tetapi kita
harus mengail untuk mendapatkannya. Demikian juga
Jika kamu terus menunggu waktu
yang tepat, mungkin kamu tidak akan pernah mulai.
Mulailah sekarang… mulailah di mana kamu berada
sekarang dengan apa adanya.Jangan pernah pikirkan
kenapa kita memilih seseorang untuk dicintai,tapi
sadarilah bahwa cintalah yang memilih kita untuk
mencintainya.

Begitu juga Persahabatan, persahabatan adalah 1
jiwa dalam 2 raga Persahabatan sejati layaknya
kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita
kehilangannya. Seorang sahabat adalah yang dapat
mendengarkan lagu didalam hatimu dan akan
menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan
bait-baitnya. Sahabat adalah tangan Tuhan untuk
menjaga Kita. Rasa hormat tidak selalu membawa
kepada persahabatan, tapi Jangan pernah menyesal
untuk bertemu dengan orang lain… tapi
menyesal-lah jika orang itu menyesal bertemu
dengan kamu.

Bertemanlah dengan orang yang suka membela
kebenaran. Dialah hiasan dikala kamu senang dan
perisai diwaktu kamu susah. Namun kamu tidak akan
pernah memiliki seorang teman, jika kamu
mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.

Karena semua manusia itu baik kalau kamu bisa
melihat kebaikannya dan menyenangkan kalau kamu
bisa melihat keunikannya tapi semua manusia itu
akan buruk dan membosankan kalau kamu tidak bisa
melihat keduanya Begitu juga Kebijakan, Kebijakan
itu seperti cairan, kegunaannya terletak pada
penerapan yang benar, orang pintar bisa gagal
karena ia memikirkan terlalu banyak hal,sedangkan
orang bodoh sering
kali berhasil dengan melakukan tindakan tepat.

Dan Kebijakan sejati tidak datang dari pikiran
kita saja,tetapi juga berdasarkan pada perasaan
dan fakta. Tak seorang pun sempurna. Mereka yang
mau belajar dari kesalahan adalah bijak.
Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka
benar meskipun terbukti salah.

Apa yang berada di belakang kita dan apa yang
berada di depan kita adalah perkara kecil
berbanding dengan apa yangberada di dalam kita.

Peempuan di otak lelaki….

Friday, December 7th, 2007

Kamu tau kenapa saya suka wanita itu pakai jilbab?
Jawabannya sederhana, karena mata saya susah diajak
kompromi. Bisa dibayangkan bagaimana saya harus
mengontrol mata saya ini mulai dari keluar pintu rumah
sampai kembali masuk rumah lagi.
Dan kamu tau? Di luar sana, kemana arah mata
memandang selalu saja membuat mata saya terbelalak.
Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang,
mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah.
Melihat kedepan ada perempuan berlenggok dengan seutas
"Tank Top", noleh ke kiri pemandangan "Pinggul/udel
terbuka", menghindar kekanan ada sajian "Celana ketat
plus You Can See", balik ke belakang dihadang oleh
"Dada indah/montok menantang!"
Astaghfirullah… kemana lagi mata ini harus memandang?
Kalau saya berbicara nafsu, ow jelas sekali saya suka.
Kurang merangsang itu mah! Tapi sayang, saya tak ingin
hidup ini dibaluti oleh nafsu. Saya juga butuh hidup
dengan pemandangan yang membuat saya tenang.
Saya ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata.
Tapi mereka adalah sosok yang anggun mempesona, kalau
dipandang bikin sejuk di mata. Bukan paras yang
membikin mata panas, membuat iman lepas ditarik oleh
pikiran "ngeres" dan hatipun menjadi keras.
Andai wanita itu mengerti apa yang sedang dipikirkan
oleh laki-laki ketika melihat mereka berpakaian seksi,
saya yakin mereka tak mau tampil seperti itu lagi.
Kecuali bagi mereka yang memang punya niat untuk
menarik lelaki untuk menikmati "aset berharga" yang mereka
punya.
Istilah seksi kalau boleh saya definisikan berdasar
kata dasarnya adalah penuh daya tarik seks. Kalau ada
wanita yang dibilang seksi oleh para lelaki, janganlah
berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang
punya fitrah dihormati dan dihargai semestinya anda
malu, karena penampilan seksi itu sudah membuat mata
lelaki menelanjangi anda, membayangkan anda adalah
objek syahwat dalam alam pikirannya. Berharap anda
melakukan lebih seksi, lebih… dan lebih lagi.
Dan anda tau apa kesimpulan yang ada dalam benak sang
lelaki? Yaitunya: anda bisa diajak untuk begini dan
begitu alias gampangan!
Mau tidak mau, sengaja ataupun tidak anda sudah
membuat diri anda tidak dihargai dan dihormati oleh
penampilan anda sendiri yang anda sajikan pada mata
lelaki. Jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri
anda, apa itu dengan kata-kata yang nyeleneh,
pelecehan seksual atau mungkin sampai pada perkosaan.
Siapa yang semestinya disalahkan? Saya yakin anda
menjawabnya "lelaki" bukan? Oh betapa tersiksanya
menjadi seorang lelaki normal di jaman sekarang ini.
Kalau boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau
tidak ada yang jual. Simpel saja, orang pasti akan
beli kalau ada yang nawarin. Apalagi barang bagus itu
gratis, wah pasti semua orang akan berebut untuk
menerima. Nah apa bedanya dengan anda menawarkan
penampilan seksi anda pada khalayak ramai, saya yakin
siapa yang melihat ingin mencicipinya.
Begitulah seharian tadi saya harus menahan penyiksaan
pada mata ini. Bukan pada hari ini saja, rata-rata
setiap harinya. Saya ingin protes, tapi mau protes ke
mana? Apakah saya harus menikmatinya…? tapi saya
sungguh takut dengan Zat yang memberi mata ini.
Bagaimana nanti saya mempertanggungjawabkan nanti?
sungguh dilema yang berkepanjangan dalam hidup saya.
Allah Taala telah berfirman: "Katakanlah kepada
laki-laki yang beriman, Hendaklah mereka menahan
pandangannya dan memelihara kemaluannya", yang
demikian itu adalah lebih suci bagi mereka.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka
perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman "Hendaklah
mereka menahan pandangannya dan memelihara
kemaluannya." (QS. An-Nuur : 30-31).
Jadi tak salah bukan kalau saya sering berdiam di
ruangan kecil ini, duduk di depan komputer menyerap
sekian juta elektron yang terpancar dari monitor, saya
hanya ingin menahan pandangan mata ini. Biarlah mata
saya ini rusak oleh radiasi monitor, daripada saya tak
bisa pertanggungjawabkan nantinya di Akhirat.
Jadi tak salah juga bukan? kalau saya paling malas diajak ke mall,
jjs, kafe, dan semacam tempat yang selalu menyajikan
keseksian.
Saya yakin, banyak laki-laki yang punya dilema seperti
saya ini. Mungkin ada yang menikmati, tetapi sebagian
besar ada yang takut dan bingung harus berbuat apa.
Bagi anda para wanita apakah akan selalu bahkan
semakin menyiksa kami sampai kami tak mampu lagi
memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk.
Kemudian terpaksa mengambil kesimpulan menikmati
pemadangan yang anda tayangkan?
So, saudaraku muslimah berjilbablah … karena itu sungguh nyaman,
tentram, anggun, cantik, mempesona dan tentunya sejuk dimata lelaki.

Waktu dan Cinta

Friday, December 7th, 2007

Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai
macam benda-benda abstrak: ada Cinta, Kesedihan,
Kekayaan, Kegembiraan, Kecantikan dan Waktu.
Mereka hidup berdampingan dengan baik.
Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau
kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan
menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau
cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri.
Cinta sangat > kebingungan sebab ia tidak dapat
berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai
mencuba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik
membasahi kaki Cinta. Tak lama Cinta melihat Kekayaan
sedang mengayuh perahu.
“Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!” teriak Cinta.
“Aduh! Maaf, Cinta!” kata Kekayaan, perahuku telah penuh
dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawa-mu serta,
nanti perahu ini tenggelam. Lagi pula tak ada tempat
lagi bagimu di perahuku ini.” Lalu Ke kayaan
cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih
sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat
dengan perahunya.
“Kegembiraan! Tolong aku!”, teriak Cinta. Namun
Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu
sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta. Air makin
tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta
semakin panik. Tak lama lewatlah Kecantikan.
“Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!”, teriak Cinta.
“Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa
membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang
indah ini.” sahut Kecantikan. Cinta sedih sekali
mendengarnya. Ia mulai menangis
terisak-isak.
Saat itu lewatlah Kesedihan.
“Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu,” kata Cinta.
“Maaf, Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian
saja” kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya.
Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan
menenggelam-kannya.
Pada saat k ritis itulah tiba-tiba terdengar suara,
“Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!” Cinta menoleh ke
arah suara itu dan melihat seorang tua dengan
perahunya. Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat
sebelum air menenggelamkannya.
Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan
segera pergi lagi. Pada saat itu barulah Cinta sadar
bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua
yang menyelamatkannya itu. Cinta segera menanyakannya
kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa
sebenarnya orang tua itu.”Oh, orang tua tadi? Dia
adalah Waktu.” kata orang itu.
“Tapi, mengapa ia menyelamatkanku?
Aku tak mengenalnya.
Bahkan teman-teman yang mengenalku pun
enggan menolongku” tanya Cinta heran.
“Sebab,” kata orang itu, ” hanya Waktulah yang tahu
berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu …”

ALLAHUA’LAM

Mother………….

Friday, December 7th, 2007

Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke
dunia. Dia bertanya kepada Tuhan:

"Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau
akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya
hidup di sana, saya begitu kecil dan lemah?"

Tuhan menjawab: "Aku telah memilih satu malaikat
untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu."

"Tapi di sini, di dalam surga, apa yang pernah saya
lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini sudah
cukup bagi saya untuk bahagia."

"Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu
setiap hari. Dan kamu akan merasakan kehangatan
cintanya dan menjadi lebih bahagia."

"Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang
berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa
mereka?"

"Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang
paling indah yang pernah kamu dengar, dan dengan penuh
kesabaran dan perhatian, dia akan mengajarkan
bagaimana cara berbicara."

"Apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara
kepadaMu?"

"Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara berdoa."

"Saya mendengar di bumi banyak orang jahat. Siapa yang
akan melindungi saya?"

"Malaikatmu akan melindungimu, walaupun hal itu
mungkin akan mengancam jiwanya."

"Tapi, saya pasti akan merasa sedih karena tidak
melihatMu lagi."

"Malaikat akan menceritakan kepadamu tentang-Ku dan
akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali
kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku akan selalu
berada di sisimu."

Saat itu surga begitu tenangnya sehingga suara dari
bumi dapat terdengar, dan sang bayi bertanya perlahan,
"Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau
memberitahuku nama malaikat tersebut?"

"Kamu akan memanggil malaikatmu, "IBU"

Lelaki sejati….

Friday, December 7th, 2007

Aku bertanya pada Bunda, bagaimanakah lelaki
sejati itu?

Bunda menjawab, Nak…

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari bahunya
yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang
disekitarnya….

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari suaranya
yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan
kebenaran…..

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah
sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap
bersahabatnya pada generasi muda bangsa …

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari bagaimana
dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana
dia dihormati didalam rumah…

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari kerasnya
pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami
persoalan…

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari dadanya
yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu…

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari banyaknya
wanita yang memuja, tetapi komitmennya terhadap
wanita yang dicintainya…

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah
barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia
menghadapi lika-liku kehidupan…

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya
membaca kitab suci, tetapi dari konsistennya dia
menjalankan apa yang ia baca…