Kemarin dan hari esok…

Kamu tak bisa mengubah masa lalu…. tetapi dapat
menghancurkan masa kini dengan mengkhawatirkan
masa depan. Bila Kamu mengisi hati kamu …dengan
penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk
masa depan, Kamu tak memiliki hari ini untuk kamu
syukuri. Jika kamu berpikir tentang hari kemarin
tanpa rasa penyesalan dan hari esok tanpa rasa
takut, berarti kamu sudah berada dijalan yang
benar menuju sukses.

Tuhan yang Mahabaik memberi kita ikan, tetapi kita
harus mengail untuk mendapatkannya. Demikian juga
Jika kamu terus menunggu waktu
yang tepat, mungkin kamu tidak akan pernah mulai.
Mulailah sekarang… mulailah di mana kamu berada
sekarang dengan apa adanya.Jangan pernah pikirkan
kenapa kita memilih seseorang untuk dicintai,tapi
sadarilah bahwa cintalah yang memilih kita untuk
mencintainya.

Begitu juga Persahabatan, persahabatan adalah 1
jiwa dalam 2 raga Persahabatan sejati layaknya
kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita
kehilangannya. Seorang sahabat adalah yang dapat
mendengarkan lagu didalam hatimu dan akan
menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan
bait-baitnya. Sahabat adalah tangan Tuhan untuk
menjaga Kita. Rasa hormat tidak selalu membawa
kepada persahabatan, tapi Jangan pernah menyesal
untuk bertemu dengan orang lain… tapi
menyesal-lah jika orang itu menyesal bertemu
dengan kamu.

Bertemanlah dengan orang yang suka membela
kebenaran. Dialah hiasan dikala kamu senang dan
perisai diwaktu kamu susah. Namun kamu tidak akan
pernah memiliki seorang teman, jika kamu
mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.

Karena semua manusia itu baik kalau kamu bisa
melihat kebaikannya dan menyenangkan kalau kamu
bisa melihat keunikannya tapi semua manusia itu
akan buruk dan membosankan kalau kamu tidak bisa
melihat keduanya Begitu juga Kebijakan, Kebijakan
itu seperti cairan, kegunaannya terletak pada
penerapan yang benar, orang pintar bisa gagal
karena ia memikirkan terlalu banyak hal,sedangkan
orang bodoh sering
kali berhasil dengan melakukan tindakan tepat.

Dan Kebijakan sejati tidak datang dari pikiran
kita saja,tetapi juga berdasarkan pada perasaan
dan fakta. Tak seorang pun sempurna. Mereka yang
mau belajar dari kesalahan adalah bijak.
Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka
benar meskipun terbukti salah.

Apa yang berada di belakang kita dan apa yang
berada di depan kita adalah perkara kecil
berbanding dengan apa yangberada di dalam kita.

Leave a Reply